Keutamaan Sholawat atas Nabi Muhammad Saw

Keutamaan Sholawat atas Nabi Muhammad Saw

Sholawat  atau shalawat (صلوات) adalah bentuk penghormatan untuk mendoakan. Secara bahasa, sholawat merupakan bentuk jamak dari sholla yang memiliki arti doa. Menurut istilahnya, sholawat adalah bentuk doa dan pujian untuk Nabi Muhammad Saw. Ada tiga macam sholawat, yaitu sholawat dari Allah, dari malaikat, dan dari manusia atau umatnya, sebagaimana firman Allah Swt:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab:56)

Menurut Ibnu Katsir, maksud ayat di atas adalah Allah Swt mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan nabi-Nya (Muhammad) di sisi-Nya di langit di mana malaikat-malaikat bershalawat untuknya, lalu Allah memerintahkan makhluk-makhluk yang ada di bumi untuk bershalawat dan salam untuknya, agar pujian tersebut berkumpul untuknya dari seluruh alam baik yang ada di atas maupun yang ada di bawah.

Hal senada dikemukakan Ibnul Qoyyim: “Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk rasul-Nya, maka hendaklah kalian juga bershalawat dan salam untuknya karena kalian telah mendapatkan berkah risalah dan usahanya, seperti kemuliaan di dunia dan di akhirat.”

Bacaan Sholawat

Dari Ka’ab bin Ujrah ra, para sahabat pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami telah memahami tata cara memberi salam kepada Anda, lalu bagaimana cara memberi sholawat kepada Anda?’ Nabi Saw bersabda, ‘Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ’”

Sholawat ini disebut dengan “Shalawat Ibrahimiyah” dan ini bacaan sholawat terbaik karena Nabi Saw sendiri yang mengajarkannya kepada para sahabat.

Bacaan sholawat pendek adalah “Allohumma sholli ála Muhammad”.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Muhammad.”

Bacaan sholawat nabi yang pendek lainnya adalah “Shollallahu ‘ala Muhammad”

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

“Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

Keutamaan Sholawat

Sholawat adalah perintah Allah Swt. Mengamalkannya termasuk ibadah dan mendapatkan pahala.

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا 

“Orang yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan beri sholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)

Orang yang membaca sholawat atas Nabi juga akan diangkat derajatnya.

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً صلَّى اللَّهُ عليهِ عشرَ صلَواتٍ ، وحُطَّت عنهُ عشرُ خطيئاتٍ ، ورُفِعَت لَهُ عشرُ درجاتٍ

“Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula’.” (HR Ahmad).

Orang yang sering bersholawat juga akan dikumpulkan di surga bersama Nabi Saw.

وعن ابن مسْعُودٍ أنَّ رسُول اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَوْلى النَّاسِ بِي يوْمَ الْقِيامةِ أَكْثَرُهُم عَليَّ صَلاَةً رواه الترمذي

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

Sholawat dan Doa

Sholawat juga mendorong percepatan dikabulkannya doa-doa kita kepada Allah Swt. Karenanya, kita dianjurkan menyelipkan sholawat sebelum atau sesudah permohonan kita kepada Allah Swt.

Dalam salah satu hadits disebutkan:

الدُّعَاءُ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّيَ الدَّاعِي عَلَى النَّبِيّ صلى الله عليه وسلم 

“Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bershalawat untuk nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (H.R. Thabarani)

Fadhalah bin ‘Abid berkata: “Rasulullah Saw mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bershalawat untuk Nabi Saw, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya:

إذَا صَلَّى أحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيهِ ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ، ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ

“Bila salah seorang di antara kalian shalat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bershalawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim).

Demikian keutamaan sholawat. Allohumma sholli ála Muhammad! Wallahu a’lam.

Video Ceramah Sholawat

 

Posted in Kajian and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *