Perbedaan Ustadz, Da’i, Kiai, Ulama, dan Habib

Perbedaan Ustadz, Da'i, Kiai, Ulama, dan Habib

Kita sangat familiar dengan istilah ustaz (ustadz), da’i, kiai (kyai), ulama, dan habib atau habaib. Berikut ini pengertian sekaligus perbedaan ustadz, da’i, kiai, ulama, dan habib secara bahasa dan istilah. Kecuali habib, julukan atau gelar tersebut umumnya ditujukan kepada orang yang ahli ilmu agama (Islam).

Ustadz

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ustaz (baku) atau ustadz (tidak baku) adalah guru agama atau guru besar (laki-laki).

Secara bahasa (Arab), ustadz (الأستاذ) artinya pengajar atau guru agama, mulai dari guru ngaji di madrasah hingga guru yang mengajarkan ilmu Islam di pengajian umum atau majelis taklim.

Da’i (Penceramah/Mubalig)

Da’i adalah orang yang pekerjaannya berdakwah; pendakwah (KBBI). Da’i disebut juga penceramah atau mubalig (orang yang menyampaikan atau menyebarkan ilmu agama).

Kata da’i berasal dari bahasa Arab, da’a yang artinya mengajak atau menyeru. Da’i termasuk profesi. Karena pekerjaan seorang da’i memang berceramah di berbagai tempat atau forum.

Kiai

Kiai (kyai) adalah nama panggilan untuk pemuka agama atau ahli ilmu agama Islam (KBBI). Umumnya orang yang diberi gelar kiai adalah alumni atau lulusan pesantren yang menguasai berbagai disiplin ilmu agama Islam, seperti fiqih.

Sebutan kiyai bukan istilah baku dari agama Islam. Panggilan kiyai bersifat sangat lokal, mungkin hanya di pulau Jawa, bahkan hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Barat, orang menggunakan istilah “ajengan” untuk merujuk pada seorang kiai.

Ulama

Secara bahasa, ulama adalah orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam (KBBI). Dari asal kata ‘ilmun (ilmu) dan ‘alim (orang berilmu), ulama adalah orang yang sangat menguasai ilmu-ilmu agama Islam.

Pengertian ulama dalam istilah fiqih adalah orang yang menguasai ilmu-ilmu tertentu, seperti ilmu Al-Qur’an, ilmu hadits, ilmu ifiqih, ushul fiqih, serta menguasai dalil-dalil hukum baik dari Quran dan sunnah. Ia mengerti masalah dalil nasikh mansukh, dalil ‘amm dan khash, dalil mujmal dan mubayyan, dan lainnya. (Rumah Fiqih)

Dalam Al-Qur’an ditegaskan, ulama adalah orang yang takut kepada Allah Swt berkat pengetahuan pemahamannya yang luas tentang ilmu agama Islam. Jadi, hakikatnya seorang ulama hanya takut kepada Allah Swt.

إنما يخشى الله من عباده العلماء

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama”  (QS Fathir: 28)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan:

إنما يخشى الله من عباده العلماء أي : إنما يخشاه حق خشيته العلماء العارفون به

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya itu hanyalah ulama maksudnya mereka yang sangat takut kepada Allah adalah ulama yang makrifat kepada Allah.”

Ulama juga disebutkan Nabi Saw sebagai pewaris para nabi.

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi, sebab para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang memungut ilmu itu, maka ia mendapatkan bagian yang sempurna.” (HR Abu Daud)

Habib

Kata habib atau habaib sering disandingkan dengan ulama. Secara bahasa, habib artinya yang dicintai; kekasih (KBBI). Jadi, habib adalah panggilan kepada orang Arab yang berarti tuan dan secara khusus panggilan kepada orang yang bergelar sayid. Jadi, sebutan habib merujuk pada tokoh muslim yang biasanya masih keturunan Rasulullah Saw.

Demikian perbedaan ustadz, da’i, kiai, ulama, dan habib yang diolah dari berbagai sumber.

Posted in Kajian and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *